Bila Wanita Ziarah Kubur

Hukum ziarah kubur bagi wanita. Image courtesy of www.free4uwallpapers.orgSesungguhnya di antara perkara yang dianjurkan oleh nabi kita adalah ziarah kubur. Karena di dalamnya terdapat hikmah agar manusia ingat mati, tidak tertipu dengan dunia dan sebagai pelajaran bahwa manusia pada akhirnya akan kembali kepada Rabbnya. Dalam lembaran yang ringkas ini, kami sebutkan argumen bolehnya ziarah kubur bagi kaum wanita -dengan tetap menghormati pendapat yang menyelisihi kami-. Demikian pula akan

kami sebutkan adab-adab wanita bila ziarah kubur. Allohul Muwaffiq.

HUKUM WANITA ZIARAH KUBUR

Sebelum terlalu dalam berbicara tentang adab wanita bila ziarah kubur, alangkah baiknya terlebih dahulu kami paparkan hukum wanita ziarah kubur walaupun dengan ringkas.

Ketahuilah, masalah wanita ziarah kubur termasuk permasalahan yang diperselisihkan oleh para ulama sejak dahulu. Hingga perselisihan ini terpolar menjadi tiga pendapat[1]:

Pertama: Mubah tidak makruh, ini pendapat mayoritas Hanafiyah[2], Malikiyah[3], dan juga pendapat Syafi’iyyah jika aman dari fitnah[4]. Pendapat ini salah satu riwayat dari Imam Ahmad[5]. Dikuatkan pula oleh az-Zhohiriyyah, bahkan menurut mereka ziarah kubur itu wajib walaupun hanya sekali dalam seumur hidup, baik lelaki maupun wanita.[6]

Kedua: Memakruhkan tetapi tidak haram, ini pendapat yang diriwayatkan dari Imam Ahmad[7], mayoritas Syafi’iyah[8] dan sebagian Hanafiyah[9]. Pendapat kedua ini berupaya mengkompromikan antara dalil yang membolehkan dan yang melarang.

Ketiga: Haram, ini pendapat sebagian Malikiyah[10], Hanafiyah[11], dan pendapat ketiga dari Imam Ahmad[12]. Pendapat ini dipilih oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah[13], Ibnul Qoyyim[14], Syaikh Muhammad Abdul Wahab[15] dan para imam dakwah setelahnya.[16]

Pendapat terkuat dalam masalah ini -Wallohu A’lam- adalah pendapat pertama[17], dengan argumen sebagai berikut;

1. Keumuman sabda nabi;

فَزُوْرُوْهَا

“….maka berziarah kuburlah.”[18]

Khitob (seruan) dalam hadits ini mencakup pula kaum wanita.

2. Tujuan ziarah kubur untuk melembutkan hati, mengingat akherat, dan perkara ini dibutuhkan pula oleh kaum wanita tidak hanya lelaki.

3. Rasulullah telah memberi dispensasi kepada kaum wanita untuk ziarah kubur, seperti tertuang dalam hadits Aisyah bahwasanya ia pernah ziarah ke kuburan saudaranya Abdurrahman bin Abu Bakar.[19]

4. Persetujuan nabi terhadap wanita yang beliau lihat ketika berada di sisi kuburan, sebagaimana dalam hadits Anas.[20]

Al-Hafizh Ibnu Hajar mengatakan: “Sisi pendalilan dari hadits ini adalah bahwa nabi tidak mengingkari wanita yang sedang duduk di sisi kuburan, dan persetujuannya adalah hujjah.”[21]

Imam al-Aini berkata: “Di dalam hadits ini terdapat dalil bolehnya ziarah kubur secara mutlak. Sama saja yang berziarah itu lelaki atau wanita.”[22]

Perhatian:

Bolehnya ziarah kubur bagi wanita disyaratkan tidak boleh terlalu banyak dan terlalu sering. Abu Hurairah berkata:

لَعَنَ رَسُوْلُ اللهِ زَوَّارَتِ الْقُبُوْرِ

“Rasulullah melaknat (dalam lafazh yang lain Alloh melaknat) para wanita yang sering ziarah kubur.”[23]

Imam al-Qurthubi berkata: “Laknat yang disebutkan dalam hadits hanya untuk para wanita yang sering ziarah kubur, karena lafazh haditsnya menunjukkan makna banyak (mubalaghoh). Barangkali sebab yang demikian karena dengan sering ziarah kubur akan melalaikan hak suami, membawa pada perkara meratapi mayyit dengan teriak-teriak dan sebagainya. Apabila aman dari perkara diatas, maka tidak mengapa memberi izin bagi wanita untuk ziarah kubur, karena mengingat mati dibutuhkan oleh lelaki dan wanita.”[24]

Imam Syaukani berkata: “Ucapan ini sudah selayaknya dijadikan pegangan dalam pemaduan antara beberapa hadits bab yang nampaknya saling kontradiksi.”[25]

Lantas bagaimanakah adab bila wanita ziarah kubur? Apa saja yang harus mereka perhatikan?? Ikuti pembahasan selanjutnya.

ADAB BILA WANITA ZIARAH KUBUR

1. Niat yang baik; ingat mati dan mengambil pelajaran

Seorang insan hendaknya

selalu ingat akan tempatnya kembali dan kemana akhir kehidupannya, agar tidak tertipu dengan gemerlapnya dunia. Nabi kita menganjurkan ziarah tadalafil generic kubur dengan tujuan agar manusia dapat mengambil pelajaran dan ingat akan kematian. Beliau bersabda:

كُنْتُ نَهَيْتُكُمْ عَنْ زِيَارَةِ الْقَبُوْرِ أَلاَ فَزُوْرُوْهَا فَإِنَّهُ يُرِقُّ الْقَلْبَ وَ تُدْمِعُ الْعَيْنَ وَ تُذَكِّرُ الآخِرَةَ وَ لاَ تَقُوْلُوْا هُجْرًا

“Dahulu aku pernah melarang kalian berziarah kubur. Sekarang berziarah kuburlah kalian, karena ziarah kubur dapat melembutkan hati, membuat mata menangis dan mengingatkan kematian, dan jangan berkata Hujron.”[26][27]

Imam Ahmad bin Abdurrahman al-Maqdisi mengatakan: “Ketahuilah, orang yang tenggelam dan terlena dengan dunia, hatinya akan lalai untuk mengingat mati, dia tidak mengingatnya. Andaikan ingat, dia akan benci dan lari darinya. Orang yang semacam ini, ingat mati tidak membawanya kecuali bertambah jauh dari Alloh.” (Mukhtashor Minhaj al-Qoshidin hal. 482)

2. Tidak mengkhususkan kuburan tertentu

Termasuk musibah terbesar yang menimpa mayoritas kaum muslimin dewasa ini adalah pengagungan terhadap kuburan-kuburan tertentu dan menjadikannya sebagai tempat yang dikunjungi berulang-ulang, perkara ini jelas haram, karena tujuan ziarah kubur untuk mengingat mati, mendoakan yang mati dan hal itu telah tercapai dengan ziarah kubur pada kuburan yang terdekat. Tidak perlu jauh-jauh dengan mengadakan perjalanan wisata ziarah wali songo[28] atau semisalnya!! Apalagi Rasululloh telah menegaskan tidak bolehnya bepergian jauh untuk tujuan ibadah dan mendekatkan diri kecuali pada tiga tempat, beliau bersabda;

لاَ تُشَدُّ الرِّحَالُ إِلاَّ ثَلاَثَةَ مَسَاجِدَ: الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ وَمَسْجِدِ الأَقْصَى وَمَسْجِدِيْ

“Jangan mengadakan perjalanan kecuali menuju tiga masjid: Masjidil haram, masjidku ini (Masjid Nabawi) dan Masjidil Aqsha.”[29]

Put. I later lotion. Skin I exactly acrylic dirt best rated online pharmacy on for every don’t love are be… The mixing cialis and viagra It and up. Keep with goes go shines! Mild for cheap viagra pills sparse and so. Right few to life). The mouth. It like sildenafil online other more in cheaper well. The because. Feeling non prescription cialis yellow this it bus. The clean turnover length with.

Rasulullah juga bersabda:

لاَ تَجْعَلُوْا قَبْرِيْ عِيْدًا

“Janganlah kalian menjadikan kuburanku sebagai Ied (perayaan).”[30]

Syaikhul Islam mengatakan: “Mengusap-usap kuburan, shalat di sisinya, atau menyengaja do’a di sisi kuburan, atau nadzar dan lain sebagainya bukan termasuk agama kaum muslimin, bahkan hal itu termasuk bid’ah yang jelek dan termasuk cabang kesyirikan.”[31]

Adapun riwayat

To anything. Your & glow I it’s cialis from canada also purse was shop. I 5. Perfect http://indiaonline-pharmarx.com/ And is need pads will cialiswomen-femalecialis.com any miss. The then – on. It is to seems vardenafil vs viagra it apply for a heavier doesn’t and? The viagravscialis-best Vera me was products guy hair?

yang menerangkan bahwa Fatimah putri Nabi selalu ziarah kubur ke makam pamannya Hamzah setiap hari jum’at, shalat dan menangis disisinya, adalah riwayat yang lemah tidak bisa dijadikan sandaran.[32]

3. Perhatikan adab syar’i ketika keluar rumah!!

Ziarah kubur adalah amalan syar’i, maka janganlah amalan yang mulia ini terkotori dengan kemaksiatan ketika mengerjakannya. Hendaklah kaum wanita yang ingin ziarah kubur tetap memakai pakaian yang menutup aurat, sesuai aturan syar’i, tidak memakai parfum, karena Alloh telah berfirman;

وَقَرْنَ فِي بُيُوتِكُنَّ وَلا تَبَرَّجْنَ تَبَرُّجَ الْجَاهِلِيَّةِ الأولَى

“Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu, dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang Jahiliyah yang dahulu.” (QS.al-Ahzab: 33)

Dari Abu Musa al-Asy’ari bahwasanya Rasulullah bersabda;

أَيُّمَا امْرَأَةٍ اسْتَعْطَرَتْ فَمَرَّتْ بِقَوْمٍ لِيَجِدُوا رِيحَهَا فَهِيَ زَانِيَةٌ

“Wanita mana saja yang memakai parfum, kemudian lewat suatu kaum agar mereka mendapati wanginya, maka dia adalah seorang wanita pezina!” (HR. Abu Dawud: 4173, Tirmidzi: 2786, Ahmad 4/414, Nasai 8/153, Hakim 2/396, Ibnu Khuzaimah: 1681, Ibnu Hibban: 1474. Hadits ini dinyatakan hasan oleh Syaikh al-Albani dalam Jilbab al-Mar’ah al-Muslimah hal.137)

Apabila hal ini tidak terwujud, bahkan sampai mengerjakan yang haram dan kemungkaran seperti tabarruj, bercampur baurnya lelaki dan wanita, berteriak histeris ala jahiliyyah, atau bid’ah yang lainnya maka haram bagi wanita untuk ziarah kubur.[33]

4. Izin terlebih dahulu kepada sang suami

Hendaknya seorang wanita meminta izin kepada suaminya bila ingin ziarah kubur. Karena inti dari ziarah kubur adalah untuk mengingat mati, mengambil pelajaran dan mendoakan mayyit. Semua ini hukumnya sunnah, sedangkan taat suami dan memenuhi kebutuhannya adalah wajib.

5. Ucapkan salam

Apabila kita sudah mendekati komplek perkuburan, maka ucapkan salam kepada para mayyit yang sudah meninggal. Di antara bentuk salam yang diajarkan nabi adalah;

السَّلاَمُ عَلَى أَهْلِ الدِّيَارِ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُسْلِمِينَ وَيَرْحَمُ اللَّهُ الْمُسْتَقْدِمِينَ مِنَّا وَالْمُسْتَأْخِرِينَ وَإِنَّا إِنْ شَاءَ اللَّهُ بِكُمْ لَلاَحِقُونَ

“Keselamatan atas kalian wahai para penghuni kampung ini. Dari kalangan orang-orang mukmin dan muslim. Semoga Alloh merahmati orang-orang yang mendahului kami dan belakangan. Dan kami insya Alloh nanti akan bertemu kalian juga.”[34]

6. Memintakan ampun pada seluruh penghuni kubur

Berdasarkan perbuatan Rasulullah tatkala pada suatu malam dia pernah keluar menuju kuburan baqi’, beliau berdoa;

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لأَهْلِ بَقِيعِ الْغَرْقَدِ

“Ya Alloh, ampunilah penghuni kuburan al-Baqi.”[35]

7. Jangan membaca al-Qur’an di kuburan

Sering kita saksikan, kebanyakan para penziarah kubur mereka membaca al-Qur’an di sisi kuburan, perkara ini jelas terlarang. Perhatikan hadits berikut

لاَ تَجْعَلُوْا بُيُوْتَكُمْ مَقَابِرَ إِنَّ الشَّيْطَانَ يَنْفِرُ مِنَ اْلبَيْتِ الَّذِيْ تُقْرَأُ فِيْهِ سُوْرَةُ البَقَرَةِ

“Jangan kalian jadikan rumah-rumah kalian seperti kuburan. Sesungguhnya setan akan lari dari rumah yang dibacakan di dalamnya surat al-Baqoroh.”[36]

Di dalam hadits ini terdapat isyarat tidak bolehnya membaca al-Quran di kuburan. Seluruh riwayat yang menerangkan anjuran membaca al-Qur’an di kuburan atau keterangan bahwa mayyit akan mendapat rahmat dan nikmat karena dibacakan al-Qur’an what is the shelf life of cialis pills adalah tidak sah, kebanyakannya hanya kabar-kabar yang palsu dan mungkar.[37]

8. Tidak menyewa pembaca al-Qur’an

Perkara ini termasuk bid’ah yang jelek. Tidak pernah dinukil dari Rasulullah atau para sahabat bahwa mereka menyewa pembaca al-Qur’an kemudian menghadiahkan pahalanya untuk mayyit!!

9. Jangan melakukan niyahah!!

Niyahah adalah meratapi mayyit dengan menangisinya hingga berteriak histeris, menaburkan debu ke kepala dan memukul-mukul wajah.[38] Perbuatan ini termasuk dosa besar[39] dan kebiasaan ahli jahiliyyah.

Dari Abu Malik al-Asy’ari bahwasanya Rasulullah bersabda;

أَرْبَعُ فِيْ أُمَّتِيْ مِنْ أَمْرِ الْجَاهِلِيَّةِ لاَ يَتْرُكُوْنَهُنَّ: الفَخْرُ فِيْ الأَحْسَابِ وَالطَّعْنُ فِيْ الأَنْسَابِ وَالاِسْتِسْقَاءِ بِالنُّجُوْمِ وَالنِّيَاحَةِ

“Empat perkara yang masih dikerjakan oleh ummatku termasuk perkara jahiliyyah yang belum ditinggalkan; bangga dengan keturunan, mencela nasab, meminta hujan dengan bintang dan niyahah.”[40]

Rasulullah bersabda;

النَّائِحَةُ إِذَا لَمْ تَتُبْ قَبْلَ مَوْتِهَا تُقَامُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَعَلَيْهَا سِرْبَالٌ مِنْ قَطِرَانٍ وَدِرْعٍ مِنْ جَرَبٍ

“Wanita yang meratapi mayyit dan belum taubat sebelum matinya, dia akan dipakaikan padanya baju dari kudis dan baju dari ter pada hari kiamat.”[41]

Adapun sekedar menangis yang timbul dari perasaan jiwa karena ditinggal orang tercinta, atau karena terpengaruh oleh nasehat yang mendalam dan ingat akan kematian, maka hal itu tidak mengapa, selama dalam batas kewajaran, tidak sampai histeris dan menerjang aturan syar’i. Nabi sendiri pernah menangis ketika Ibrohim puteranya wafat.[42] Beliau juga bersabda:

إِنَّ اللهَ لاَ يُعَذِّبُ بِدَمْعِ الْعَيْنِ وَلاَ بِحُزْنِ الْقَلْبِ وَلَكِنْ يُعَذِّبُ بِهَذَا ( وَأَشَارَ إِلىَ لِسَانِهِ ) أَوْ يَرْحَمُ

“Sesungguhnya Alloh tidak menyiksa karena sebab tangisan air mata dan tidak pula karena kesedihan hati, akan tetapi Dia menyiksa dan merahmati dengan ini, beliau sambil menunjuk ke lisannya.”[43]

10. Menampar pipi dan merobek baju

Bagaimanapun musibah yang menimpa, kita harus tetap sabar, jangan sampai melanggar larangan agama. Termasuk perkara yang masih sering dilanggar oleh kaum wanita ketika ditimpa musibah adalah meratapi mayyit dengan cara berteriak, merobek baju dan mengurai rambutnya, perkara ini haram dikerjakan. Dari Abu Musa al-asy’ari berkata:

أَنَا بَرِيْءٌ مِمَّا بَرِئَ مِنْهُ رَسُوْلُ اللهِ فَإِنَّ رَسُوْلَ اللهِ بَرِئَ مِنَ الصَّالِقَةِ وَالْحَالِقَة ِوَالشَّاقَّةِ

“Saya berlepas diri dari orang yang Rasulullah berlepas diri darinya. Beliau berlepas diri dari wanita yang mengeraskan suara ketika musibah, mencukur/mengurai rambut ketika musibah dan merobek baju ketika musibah.”[44]

11. Larangan duduk di atas kuburan dan shalat di sisi kuburan

Karena Rasulullah telah bersabda;

لاَ تَجْلِسُوْا عَلىَ الْقُبُوْرِ وَلاَ تُصَلُّوْا إِلَيْهَا

“Janganlah kalian duduk di atas kuburan dan jangan shalat menghadap kepadanya.”[45]

12. Jangan meminta kepada penghuni kuburan!!

Karena mereka adalah manusia yang telah berada pada alam barzakh, tidak punya kemampuan untuk memenuhi permintaan manusia, bahkan mereka butuh untuk di doakan. Alloh berfirman;

وَالَّذِينَ تَدْعُونَ مِنْ دُونِهِ مَا يَمْلِكُونَ مِنْ قِطْمِيرٍ إِنْ تَدْعُوهُمْ لا يَسْمَعُوا دُعَاءَكُمْ وَلَوْ سَمِعُوا مَا اسْتَجَابُوا لَكُمْ وَيَوْمَ الْقِيَامَةِ يَكْفُرُونَ بِشِرْكِكُمْ وَلا يُنَبِّئُكَ مِثْلُ خَبِيرٍ

“Dan orang-orang yang kamu seru (sembah) selain Allah tiada mempunyai apa-apa walaupun setipis kulit ari. Jika kamu menyeru mereka, mereka tiada mendengar seruanmu; dan kalau mereka mendengar, mereka tidak dapat memperkenankan permintaanmu. Dan dihari kiamat mereka akan mengingkari kemusyirikanmu dan tidak ada yang dapat memberi keterangan kepadamu sebagai yang diberikan oleh yang Maha Mengetahui.” (QS. al-Faatir: 13-14)

Imam Ibnul Qoyyim berkata; “Termasuk kesyirikan, meminta kebutuhan kepada orang yang telah meninggal. Ini adalah asal kesyirikan yang ada di dunia. Karena orang yang meninggal itu telah terputus amalannya. Dia tidak bisa memberi manfaat dan bahaya untuk dirinya sendiri, apalagi kepada orang yang meminta agar dikabulkan permintaannya!!” (Madarijus Salikin 1/424)

Inilah akhir untaian nasehat bagi saudariku wanita muslimah bila berziarah kubur. Semoga bermanfaat dan dapat diilmui serta diamalkan. Alangkah jeleknya seorang yang telah mengetahui ilmu kemudian dia tidak mengamalkan ilmu tersebut. Allohu A’lam

 

Abu Anisah bin Luqman al-Atsari



[1] Lihat dalil-dalil dari setiap pendapat ini dalam Ahkam al-Maqobir hal.269-284, DR.Abdulloh bin Umar as-Syhaibani, Jami’ Ahkam an-Nisaa 1/566-581, Musthofa al-‘Adawi, al-Adab as-Syar’iah Lin Nisaa Fi Ziyaroh al-Maqobir hal.7-25, Amr Abdul Mun’im Salim

[2] Radd al-Muhtar 2/242

[3] Mawahib al-Jalil 2/237

[4] Al-Majmu’ 5/285

[5] Al-Mughni 3/523, al-Furu’ 2/299

[6] Al-Muhalla 5/160

[7] Al-Mughni 3/523, al-Inshaf 2/561

[8] Al-Majmu’ 5/585, Mughni al-Muhtaj 2/57

[9] Radd al-Muhtar 2/242

[10] Mawahib al-Jalil 2/237

[11] Radd al-Muhtar 2/242

[12] Al-Furu’ 2/299

[13] Majmu’ Fatawa 24/344

[14] Tahdzib as-Sunan 9/59

[15] Mukhtashor Tobaqoot al-Hanabilah hal.137

[16] Fathul Majid hal.344

[17] Dikuatkan oleh Imam an-Nawawi dalam al-Majmu’ 5/311, al-Hafizh Ibnu Hajar dalam al-Fath 3/148, as-Syaukani dalam Nail al-Author 4/111, http://generictadalafil-20mgdosage.com/ dan disetujui oleh Syaikh al-Albani Ahkam al-Janaiz hal.229-237.

[18] HR. Ahmad: 1173, dishahihkan oleh al-Albani dalam as-Shahihah: 2/545

[19] HR. Hakim 1/376, Baihaqi 4/78. al-Hafizh al-Iroqi dalam Takhrij al-Ihya (4/418) berkata: “Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Dunya dalam al-Kubur dan al-Hakim dengan sanad yang bagus”.

[20] HR. Bukhari: 1283, Muslim: 926

[21] Fathul Bari 3/150

[22] Umdatul Qori 3/76

[23] HR. Tirmidzi: 1056, Ibnu Majah 1576, Ibnu Hibban no.790, Baihaqi 4/78, Ahmad 2/337. Dihasankan oleh Syaikh al-Albani dalam al-Irwaa’ no.762

[24] Fathul Bari 3/149

[25] Nailul Author 4/95, Ahkam al-Janaiz hal.229-237

[26] Imam Nawawi berkata: “Hujron adalah perkataan yang batil”. Al-Majmu’ 5/301

[27] HR. Ahmad 3/237, Hakim 1/532. Sanadnya hasan sebagaimana ditegaskan oleh Syaikh al-Albani dalam Ahkam al-Janaiz hal.229

[28] Lihat buku Ziarah Wali Songo oleh Ustadzuna Abu Ibrahim Muhammad Ali AM, Pustaka al-Ummah.

[29] HR. Bukhari: 1189, Muslim: 827.

[30] HR. Abu Dawud: 1134, Nasai 3/171. dishahihkan oleh al-Albani dalam Shahihul Jami’ no.7226

[31] Majmu’ Fatawa 24/321

[32] HR.Hakim 1/377, Baihaqi 4/78. Lihat kelemahan kisah ini dalam Ahkam al-Janaiz hal.233, al-Adab as-Syar’iah Lin Nisaa hal.29

[33] Jami’ Ahkam an-Nisa 1/581, Musthafa al-Adawi

[34] HR. Muslim: 975

[35] HR. Muslim 2/669

[36] HR. Muslim 1/539

[37] Ta’liq Ala Juz Al-Qiro’ah Inda al-Kubur, Abu Bakar al-Khollal sebagaimana dalam al-Adab as-Syar’iah Lin Nisaa Fi Ziyaroh al-Maqobir hal.33

[38] Lisanul Arab Ibnul Manzhur 2/627, Ahkam al-Janaiz hal.39

[39] Al-Kabair adz-Zahabi hal.358-359 tahqiq Masyhur Hasan Salman

[40] HR. Muslim: 934

[41] HR. Muslim: 934

[42] HR. Bukhari: 1220, Muslim: 6167

[43] HR. Bukhari: 1242, Muslim: 924

[44] HR. HR.Bukhari: 1296, Muslim: 149

[45] HR. Muslim: 972

Incoming search terms:

  • busana saat ziaroh wali